
Teknologi Internet terus akan berkembang setiap saat. Begitu pula gadget yang mendukung teknologi ini. Nggak salah, jika semua orang termasuk anak-anak yang duduk dibangku sekolah telah menggunakan gadget-gadget yang mensupport teknologi ini. Perangkat mobile saat ini bukanlah barang mahal untuk bisa digunakan untuk mengakses internet. Semuanya kini lebih mudah dan bahkan murah. Lalu, mengapa tidak dimanfaatkan oleh para pendidik khususnya guru-guru di sekolah untuk memasukkan peran mereka ke dunia internet.
Mungkin negara kita ini terbilang sangat besar daripada negara-negara di kawasan ASEAN. Sehingga jumlah penduduk yang ada di Indonesia sangat banyak. Tetapi yang melek internet hanya 20% dari jumlah penduduk yang ada. Tentu ini sebuah keprihatinan banyak pihak termasuk saya sendiri. Apalagi masyarakat yang tinggal jauh dari yang namanya akses komunikasi. Jangankan yang berada di pelosok, yang berada di kota-pun, masih banyak sekolah-sekolah yang belum memanfaatkan internet sebaik mungkin.
.
Jika terus ditelusuri mengapa internet belum maksimal dimanfaatkan oleh para pendidik dan instansi maka yang ada hanya sebuah argumen-argumen yang berlandaskan fakta dan opini. Saya dan yang belum memahami terlalu dalam bagaimana fakta dilapangan tersebut tentu akan meringis sendiri dan dibilang sok tahu pastinya. Faktor-faktor penghambat akan banyak disampaikan. Namun, bila tidak digerakkan dan disisipkan dari sekarang tentu menjadi polemik yang akan terus menerus menjadi masalah kedepannya.
.
Sebagai netter, orang yang sering mengakses internet, dan sedikit banyak tahu tentang media sosial tentu sudah keseharusan saya untuk menjadi bermanfaat bagi masyarakat. Tentu dengan berbagi informasi kepada masyarakat dan khususnya para pendidik, informasi yang saya sampaikan bisa dipetik untuk dimanfaatkan bersama. Mungkin tak banyak, tapi setidaknya dapat mengilhami sebagian orang untuk mencobanya.
.
Beberapa layanan di media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk pendidikan
Facebook
Tentu saya mengambil situs jejaring sosial yang sudah familiar digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia bahkan di dunia. Meski begitu, situs-situs jejaring sosial yang dibuat masyarakat kita sendiri saat ini sudah beragam. Tapi, entahlah, budaya kita yang selalu mengekor alias mengikuti trend yang ada, membuat sebagian besar masyarakat kita seperti ini adanya.
.
Mungkin semua orang setuju jika facebook menjadi situs jejaring sosial yang paling disukai oleh siapapun di dunia ini. Ini tak lepas dari ‘interface’ yang sangat mudah dan nyaman bagi pengguna untuk memanfaatkan semua fasilitasnya. Tak terkecuali anak-anak yang begitu demen dengan situs ini. Bila para pendidik tahu memanfaatkan situs ini untuk pendidikan mungkin akan lebih mudah berinteraksi dengan murid maupun orang tua murid. Layanan chatting yang ada di Facebook memberikan kemudahannya.
.
Online Chatting dan Grup
Interaksi antar teman pun lebih mudah semisal menanyakan pelajaran yang akan dikerjakannya. Sedangkan bagi pendidik tentu selain bisa memberikan pelajaran pendidikannya, ia dapat lebih dekat dengan anak didiknya. Ini bisa dilakukan diluar jam pendidikan. Interaksi yang hangat tentu membawa dampak positif antara pendidik dan anak didiknya.
.
Selain bisa memanfaatkan fasilitas chatting, di facebook juga dapat membuat sebuah grup yang lebih menjaring secara khusus. Grup biasanya diisi dengan minat bakat, kelas atau pun mengelompokkan sebuah kegiatan yang terdiri dari orang-orang yang menyukainya. Interaksi tentunya lebih terjaga disini. Sebaiknya pendidik yang wajib membuat sebuah grup disini. Tinggal memasukkan mereka satu persatu sesuai kriteria yang dimaunya. Misalnya pelajaran atau ekstrakurikuler.
.
Di sela-sela interaksi tersebut, pendidik bisa memberikan tugas atau pelajaran yang barusan diulas di kelas. Terkadang masih banyak pelajaran yang diberikan sering dilupakan oleh anak didiknya. Inilah salah satu manfaat dari facebook dan tentunya pendidik ini memantau semua kegiatan dan memberikan dampak positif bagi anak didiknya.
.
Twitter yang paling simple
Indonesia cukup bangga bisa menjadi negara yang paling banyak memanfaatkan situs jejaring ini setelah facebook. Layanan yang bersifat microblogging ini memang tidak senyaman facebook, tapi karakternya yang sangat simple membuat penggunanya harus lebih kreatif memanfaatkan keterbatasan 140 karakter disini. Kini situs yang berlogo burung ini banyak dimanfaatkan oleh perusahaan untuk digunakan sebagai pemasaran. Dengan menjaring sebanyak-banyaknya follower, perusahaan tak perlu harus turun ke jalan untuk mempromosikan produk mereka.
.
Bagaimana dengan pendidikan? Bisakah memanfaatkan situs ini? Tentu bisa. Kebanyakan saat ini, masyarakat Indonesia masih banyak yang memanfaatkan twitter untuk dirinya sendiri. Mereka lupa siapa dengan jumlah follower’s yang sangat banyak. Curhat, ngomongin sesuatu yang gak penting dan bahkan ngobrol dengan sesama teman lebih banyak dilakukan disini sekarang ini. Karakter remaja memang tidak semua sama. Ada yang pendiam dan ada yang sangat cakap dalam berbicara.
.
Pendidik bisa memanfaatkan situs ini untuk mengetahui apa saja yang dibicarakan oleh anak didiknya. Semisal seorang remaja sangat pendiam disekolah, tetapi malah sering berkicau di twitter. Sisi psikologis sangat mudah diterapkan jika mengetahui apa yang terjadi dalam jiwa mereka. Mereka terkadang nggak suka mengeluarkan unek-uneg tapi malah curhat di twitter. Atau mereka mengalami masalah dengan teman-temannya atau keluarganya yang sangat sulit untuk diketahui ternyata mereka katakan lewat situs ini.
.
Itu adalah contoh nyata yang bisa dimanfaatkan oleh pendidik. Lalu juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi mengenai ruang lingkup pendidikan bisa berupa pengumuman, tugas, dan sebagainya. Tentu dengan bahasa yang sangat mudah dipahami baik oleh anak didik maupun pendidik.
.
Blog untuk menggali potensi
Tanpa sadar blog menjadi media yang dapat terus menggali potensi yang ada dalam diri seseorang. Semakin sering seseorang menulis, maka pengetahuannya akan terus bertambah. Ini dikarenakan hubungan antara menulis dan membaca sangat erat. Informasi yang diterima tentu akan semakin banyak. Contohnya seorang siswa yang suka menulis di buku diary tiba-tiba diarahkan menulis ke media di Internet dan mendapat respon positif karena tulisan yang ia tuliskan sangat bermanfaat. Dengan sendirinya, penghargaan meski sebatas pujian itu, dapat membuatnya bangga dan mulai menyemangati dia untuk terus menulis.
.
Lalu, yang suka menulis hobi memotret, dengan sendirinya hasil jepretannya ia masukkan di blog. Karyanya menjadi inspirasi banyak orang. Tentu jiwanya tertantang untuk selalu mencari ilmu baru baik melalui buku maupun informasi yang ada di internet. Semua itu bisa dimanfaatkan oleh pendidik untuk mengeluarkan potensi yang ada dalam diri anak didiknya. Blog saat ini bukan saja menjadi media tempat curhat untuk berkeluh kesah. Tapi bisa diarahkan keperanan yang lebih baik.
.
Pendidik bisa memberikan gambaran siapa saja orang-orang yang berhasil memanfaatkan media ini seperti Raditya Dika yang bisa terkenal karena tulisannya di blog. Mengenalkan banyak tokoh lainnya tentu juga akan membuat mereka bersemangat untuk menggali dan mengidolakan siapa yang akan diikutinya kelak.
.
Dalam blog tidak hanya tulisan yang bisa di masukkan, tapi bisa foto maupun video. Pendidik juga bisa memanfaatkan blog untuk berbagi informasi yang bisa diakses diluar jam pendidikan. Misal mata pelajaran yang sudah disampaikan di dalam kelas bisa taruh di blog. Jadi, siswa terus belajar dan belajar mencari informasi dan tidak ketinggalan informasi dengan teknologi yang ada.
.
Youtube
Bukan hanya tulisan yang bisa ditulis di media sosial, tapi multimedia yang berbasis audio dan visual pun bisa dimanfaatkan. Pendidikan yang menoton tentu berakibat mata pelajaran yang diberikan tidak maksimal bagi perkembangan seorang murid. Untuk itulah, ketika anak didik menyukai media yang berbentuk video, para pendidik bisa mengarahkan mereka untuk membuat video yang semenarik mungkin dan memanfaatkan perangkat mobile yang ada pada mereka.
.
Lihat, video mereka bisa diakses oleh banyak orang. Tentu itu menjadi hal yang membangkitkan mereka terus berkembang. Kedekatan pendidik dan anak didik akan terus terjaga untuk terus berimprovisasi membuat project-project baru tentunya.
.
Itulah sebagian media sosial yang bisa dimanfaatkan oleh pendidikan. Mungkin masih sedikit, tapi setidaknya dapat dipetik manfaatnya. Menggunakan sebuah media yang akan dibaca oleh seluruh publik memang sangat beresiko sangat besar tapi bila pendidik tahu cara menggunakannya untuk kebutuhan yang positif tentu manfaat yang lebih besar bisa didapatkan juga.
.
Kini, belajar tak harus ada didalam ruangan. Kreativitas tidak selalu pendidik yang ngeluarin kemampuan anak didiknya. Tapi semua itu bisa dilakukan diluar ruangan yang tak terbatas waktu. Dan kreatifitas bisa dengan sendirinya keluar dari dalam diri mereka sendiri. Di negara-negara yang sudah berkembang, banyak orang tua terus mensupport anak mereka untuk menekuni bakat mereka dan menjadikan mereka terus berkembang. Tapi, di negara kita bukannya mengembangkan bakat mereka untuk menjadi orang yang kreatif tapi malah mensugesti sesuatu yang sudah ada.
.
Semisal anak mereka saat ditanya mau jadi apa kelak? Pasti pendidik atau guru akan memberikan jawaban seperti dokter, pilot, guru dan lainnya. Bukankah itu sudah banyak. Kok anak-anak disuruh mencari celah dan harus menjatuhkan yang udah ada. Semoga, calon penerus bangsa ini bisa berkontribusi membangun dengan ide-ide briliant mereka.
Ini hanya buah pemikiran saya seorang. Bila tak berkenan dan tidak setuju, silahkan saja. Saya minta maaf atas semua ide tulisan ini. Terimakasih
Reposted from Asmarie at detikblog